Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jumat, 17 Agustus 2012

Islami : Salah satu Cara Untuk Shalat Khusyuk

Berbagai upaya dan cara agar ibadah Shalat kita khsuyuk,meskipun saya sendiri belum bisa dan belum tahu benar apa dan bagaimana khusyuk itu sebenarnya,tetapi mudah-mudahan berbagi info ini bisa memberi informasi tambahan untuk usaha kita agar bisa "konsentrasi'selama Shalat berlangsung.

Tentu saja sangat banyak cara dan jalan menuju khusyuk,ini hanya cerita berbagi pengalaman saja dalam rangka usaha saya berusaha dan belajar khusyuk dalam shalat.

Dalam suatu Riwayat hadist dikemukakan tentang pokok-pokok ajaran Islam yaitu,Iman,Islam dan Ihsan sbb :

"Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. 

Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. 

Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang  membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“.  

Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang Ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . 

Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata:  “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda:  “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian)  berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “.(HR.Muslim)."

***
Dalam hal ini ketika mau shalat kita khusyuk,lalu mari mencoba untuk "ihsan" yaitu satukan hati dan pikiran kita "konsentrasi' dengan yakin dan percaya penuh bahwa shalat kita itu sedang dilihat oleh Allah,sedang di perhatikan oleh Allah di depan kita,lalu rasakan hawa berkahNya seolah datang menghampiri dan menerpa tubuh dan jiwa ini,rasakan itu selama dalam keadaan kita shalat,ambil nafas dalam-dalam dan terus berlafal dalam doa-doa yang sudah kita ketahui sesuai tuntunan syariat Islam yang benar.

Ketika niat dan lapad Takbiratul ikhram sudah kita lakukan maka yakinlah dan rasakan bahwa Allah sedang melihat diri kita,semua aktivitas dalam shalat kita sedang dilihat Allah secara khusus,semua doa-doa kita didengarnya,semua gerak tubuh dan hati kita dilihat dan sedang diperhatikan Allah secara khusus sampai salam terakhir shalat kita.Diperhatikan secara khusus karena berkah dan istimewanya ritual shalat.

Ini hanya berbagi pengalaman spiritual dan religius saya pribadi,mudah-mudahan ada manfaatnya,serta ini hanya salah satu saja dari berbagai banyak cara lainnya agar  kita bisa lebih memantapkan Iman dan Islam ,terutama kekhusyukan ketika sedang melaksanakan ibadah shalat lima waktu dan shalat-shalat lainnya.

Selamat pagi semua.Wallahualam bisawab.

0 komentar:

Poskan Komentar